RODA RODA KEYAKINAN
Lampu merah di persimpangan jalan kota itu baru saja menyala. Di bawah terik matahari siang yang menyengat, Pak Marno menyapu keringat di dahinya dengan kaos oblongnya yang kusam. Di usianya yang menapak 52 tahun, otot-otot kakinya masih setia mengayuh pedal becak besi tua—sahabat karibnya selama lebih dari 10 tahun merantau di kota orang. Pak Marno meninggalkan kampung halamannya di sebuah desa kecil belasan tahun lalu. Tanpa ijazah tinggi atau keahlian khusus, becak adalah satu-satunya tumpuan harapan untuk mengirimkan sedikit rezeki bagi istri dan anak-anaknya di desa. Ketika Kota Tak Selalu Ramai Zaman telah banyak berubah. Jalanan kota yang dulu dipenuhi becak, kini telah disesaki oleh sepeda motor, mobil, dan moda transportasi daring yang jauh lebih cepat. Tak jarang, Pak Marno harus duduk memandangi lalu lintas seharian penuh tanpa mendapatkan satu pun penumpang. Teman-temannya sesama pengayuh becak banyak yang menyerah, memilih pulang kampung atau berganti profesi. Namun, Pak M...